Breaking News

Seminar Keagamaan Bersama MUI dan Kapolres Sragen, Merajut Ukuwah Islamiah di Era Mileneal

tribratanews.polressragen.com, Sragen – Kapolres Sragen Polda Jawa Tengah AKBP Arif Budiman, hadir pada acara seminar keagamaan yang di selenggarakan oleh MUI kabupaten Sragen , sekaligus sebagai narasumber pada acara seminar merajut ukuwah Islamiah di era mileneal, dan perkembangan pemikiran keagamaan, Selasa (12/12/2017).

Acara di selenggarakan bertempat di pendopo Bupati Sragen, di hadiri oleh tokoh agama di kabupaten Sragen. Hadir pula sebagai nara sumber bersama Kapolres prof.dr.Ahmad Rofiq M.A  selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jawa Tengah.

 

Menjaga kerukunan umat beragama di kabupaten Sragen, Kapolres Sragen sampaikan tentang menyatukan kebinekaan bangsa dalam perspektif jaman “Now”. Dalam seminar  yang mengusung tema “Merajut Ukuwah Islamiah di Era Mileneal, dan Perkembangan Pemikiran Keagamaan MUI kabupaten Sragen “

 

Pada pembukaan seminar ini, Kapolres memaparkan tentang situasi internasional dan situasi dalam negeri atau nasional. Situasi internasional yang di sorot Kapolres memuat terpecahnya negara Syiria, konflik Palestina dan Israel dan kasus kasus yang terjadi, akibat kemajuan era informasi, terutama tentang ideologi Sumberdaya alam dan Budaya.

 

Sedangkan situasi Nasional Kapolres menyoroti, konflik Ambon, Poso, Papua, maraknya caci maki via media sosial, adanya pemahaman setiap orang merasa paling berjasa, setiap orang merasa jadi ahli hukum, setiap orang merasa jadi ahli agama, ditambah dengan kasus yang menjadi perhatian publik khususnya korupsi, narkotika, terorisme, kemiskinan dan bencana alam.

 

“ Yang semua itu, apabila kita tidak waspada berpotensi menimbulkan perpecahan. Ingat di era global, untuk menghancurkan sebuah negara sudah tidak lagi dengan agresi militer, tetapi perang di era milenial menggunakan kekuatan tangan tangan yang tidak nampak , yang sering di sebut dengan perang “ Proxy “ yang di kombinasi dengan perang ideologi, dan perang cyber, ketiga perang ini sangat berbahaya, tanpa pemahaman ukhuwah islamiah yang benar, kita semua bisa berperang melawan bangsa sendiri, yang digerakkan oleh kekuatan dari jauh, “ terang Kapolres.

 

“Untuk itu selaku Kapolres Sragen, saya mengajak untuk merajut kembali nilai nilai kebhinekaan, perbedaan adalah sebuah keniscayaan, yang dapat menjadikan kita lebih kuat, dan solid dalam menghadapi hakekat ancaman dan tantangan di masa yang akan datang,”

 

“Sehubungan negara kita adalah negara kepulauan, kita juga harus mengedepankan pentingnya intergrasi dalam bingkai NKRI, sehingga ancaman dari luar dapat kita patahkan”

 

“Untuk dapat memenuhi itu semua, rekomendasi saya kepada seluruh warga MUI, untuk saling mengenal atau Ta’aruf, Saling Membantu atau Ta’aluf, Saling memahami atau Tafahun, Saling menutup aib dan menghilangkan kecemasan atau Ri’ayah dan Tafaqud, Saling membantu atau Ta’awun serta Saling memberi pertolongan atau Tanashur.

 

The Greates Good of the Greates Number, Kebaikan yang utama adalah ketika kebaikan itu bermanfaat bagi orang banyak diungkapkan Kapolres di akhir sambutannya.

 

(Humas Polres Sragen)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*